Sabtu, 01 November 2014



Nama           : Hanson Abraham
NIM             : 1801378184
Hari, tanggal: Rabu, 29 Oktober 2014
Kegiatan      : Bimbingan Belajar

 4 yang Unik




Hari ke-4, tak terasa…Begitu cepat waktu berlalu. Hanya 2 pertemuan lagi tersisa…ya itulah yang mendorongku untuk terus mengajar Nadya dengan baik. Walau langit sedang tak bersahabat, aku bersyukur disempatkan sampai pada kampus sebelum hujan.
Sesampai ku di sana, barisan para peserta bimbingan belajar juga dipindahkan ke bagian dalam anggrek di depan lobi perpustakaan karena langit terlihat semakin mendung. Seperti biasa, aku mencari Nadya untuk membimbingnya sesuai arahan volunteer TFI. Kali ini, kami menempati ruangan 525. Ruangan yang cukup tinggi di atas, sehingga kami bergantian memakai lift. Nadya masih terlihat gugup denganku, terlihat dari tingkahnya yang menggenggam erat tangan teman baiknya itu. Sampai-sampai aku mengenal juga nama teman baiknya itu.
Setelah memasuki ruangan, aku berusaha menciptakan suasana bersahabat. Namun, kelihatannya gagal. Nadya masih terlihat gugup. Aku sengaja menempatkannya duduk dekat teman baiknya agar Ia relax dengan pengajaranku. Tanpa berlama-lama lagi, aku memulai pelajaran dengan memberikannya catatan mengenai objek-objek sederhana. Aku meminta Nadya untuk membuat catatan mengenai hal-hal yang telah kuajarkan, karena ternyata Nadya tak mampu mengingat beberapa pengajaran yang sangat vital. Setelah membuat catatan, aku memberikannya latihan untuk review dari pertemuan pertama kami. Kali ini, aku memberikannya cukup banyak catatan dan latihan. Selama latihan itu, terdapat kemajuan yang sangat pesat. Kekurangannya dalam pengurangan dan pembagian sudah teratasi. Nadya begitu mudah mengerjakan soal-soal ku. Namun, sekarang kekurangannya terletak pada pengenalan objek. Ia masih kurang mampu menggambar dan menghafal nama objek-objek tersebut. Aku membimbingnya dan memberi cara-cara mudah untuk menggambar objek-objek yang masih terlihat sangat asing itu baginya.

1 jam berlalu, kami menyudahi pelajaran matematika dan berlanjut ke mata pelajaran Bahasa Inggris. Nadya terlihat lelah, aku mengajaknya untuk minum bersama dan beristirahat sejenak. Selama beristirahat, Ia memperhatikan teman baiknya itu yang sedang diajarkan matematika. Selesai beristirahat, aku melihat buku catatan Bahasa Inggris milik Nadya. Hmm..sudah banyak vocabulary yang telah dipelajari. Namun, ternyata Nadya tak mampu membacakannya dengan benar. Aku membantunya dengan memberikan catatan cara membaca vocabulary. Nadya sangat malu berbicara pada ku, sehingga sulit juga untuk memintanya mengikuti cara baca ku dalam membaca- vocab.-vocab. yang sulit. Aku juga mengajarkannya membaca huruf alfabet dalam bahasa Inggris dan angka dari 11 sampai 20 beserta cara bacanya.
            Tiap-tiap pertemuan terasa berkesan untuk ku. Aku senang mampu mengajarkan seorang anak dengan baik. Hitung-hitung berlatih untuk bersabar dan menyederhanakan masalah agar sang anak lebih muda mengerti. Sebenarnya, sebelum pertemuan aku merasa sangat malas menjalankan tugas mengajar ini. Namun, aku tidak boleh egois karena kalau aku yang tak datang, tak ada yang mengajarkan Nadya.
            Sejak pertemuan pertama, Nadya adalah anak yang cerdas dan berpotensi. Aku berpikir, bahwa di dunia tak ada yang tak berguna. Sekecil apapun peran seseorang atau sebodoh apapun Ia, pengolahan dan pengarahan yang benar mampu membuat perubahan besar dalam dirinya. Itulah mengapa, kesejahteraan sosial yang terkandung dalam UUD 1945 perlu untuk setiap masyarakat bahkan individual. Dengan keadaan lingkungan dan ekonomi yang optimal, diharapkan individu mampu mengembangkan potensi-potensi nya dalam setiap kesempatan yang ada. Mengajar adalah salah satu cara menyalurkan nilai kebenaran sementara di dalam kebenaran terkandung keadilan yang akan mempertahankan berdirinya kebenaran itu. Sayang, Indonesia masih kurang mampu mengenal esensi Pancasila pada tiap sila-silanya. Aku senang menjadi bagian dari program bimbingan belajar yang mungkin saja awal dari Pancasila yang diterapkan secara benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar